I-News

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


Jadwal Open Trip dan Private Trip.
Private Trip, Mountain Guide, Porter Gunung, Paket Honeymoon, Study Tour, Family Gathering, Outbond, Outing, dll +62 85 643 455 865 (( WA / SMS / Telp )

Porter Ciremai, Pendakian Gunung Ciremai via Jalur Baru Linggasana

Porter Ciremai, Pendakian Gunung Ciremai via Jalur Baru Linggasana 

Porter Ciremai, Porter Apuy, Palutungan, Linggarjati, Linggasana

 

Gunung Ciremai memiliki ketinggian 3.078 mdpl sekaligus menjadi elevasi tertinggi di Tanah Pasundan, Jawa Barat. Gunung Ciremai adalah gunung stratovolcano tipe A yang terletak di perbatasan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka.

Jika kita sedang lewat Tol Cipali (Cikopo-Palimanan) dan saat cuaca cerah, maka Gunung Ciremai akan nampak berdiri gagah. Gunung ini masih aktif, dan tercatat letusan terakhir terjadi pada tahun 1938.




Gunung Ciremai dijadikan sebagai kawasan konservasi sehingga memiliki sebutan Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC). Taman Nasional ini memiliki luas 15.000 hektar.

Ada pula sebuah gua yang bernama Gua walet yang berada di sisi lereng selatan. Selain itu terdapat pula lokasi yang dijadikan sebagai bumi perkemahan atau camping ground bernama Bumi Perkemahan Cigugur.

Pendakian Gunung Ciremai via Linggasana terletak di Kabupaten Kuningan. Jalur ini akan bertemu dengan jalur Linggarjati. Jalur Linggasana kini dibuat menjadi dua jalur yakni jalur lama dan jalur baru. Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan, kedua jalur tersebut bertemu pada pos Sumber air Wirabuana. Hanya saja pembuatan jalur baru Linggasana ini lebih terlihat pada nama-nama pos pendakian yang baru dan jika ditotal jalur Linggasana baru ini memiliki 11 pos pendakian.

Jalur baru Linggasana terbilang masih sepi namun jalurnya cukup enak dan fasilitas di basecamp juga lengkap.


Daftar Isi Artikel

1 PETA JALUR
2 BASECAMP
3 TRANSPORTASI
4 MEMULAI PENDAKIAN
4.1 Basecamp – Situs Ki Kuwu – Pos 1 Bangbadakan
4.2 Pos 1 Bangbadakan – Pos 2 Cirahong
4.3 Pos 2 Cirahong – Pos 3 Cikacu (Sumber Air Wirabuana)
4.4 Pos 3 Cikacu – Pos 4 Kiara Lawang
4.5 Pos 4 Kiara Lawang – Pos 5 Ki Jamuju
4.6 Pos 5 Ki Jamuju – Pos 6 Ki Bima
4.7 Pos 6 Ki Bima – Pos 7 Ki Pasang
4.8 Pos 7 Ki Pasang – Pos 8 Astaniah
4.9 Pos 8 Astaniah – Pos 9 Lingga Buana I – Pos 10 Lingga Buana II
4.10 Pos 10 Lingga Buana II – Pos 11 Ki Sembung
4.11 Pos 11 Ki Sembung – Puncak Cantigi
4.12 Total waktu pendakian
5 TIPS PENDAKIAN
6 INFORMASI GUNUNG
7 MAP
8 REFERENSI

PETA JALUR

 

BASECAMP

Basecamp Linggasana terletak di desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Lokasinya cukup nyaman. Ada warung, parkir luas muat untuk beberapa mobil, mushola, dan juga toilet.


TRANSPORTASI

Untuk menuju lokasi basecamp, gunakanlah link yang tertulis di peta jalur di atas. Link akan mengarah ke koordinat basecamp di Google maps. Gunakan GPS di smartphone Anda untuk menuju ke sana.

MEMULAI PENDAKIAN

Basecamp – Situs Ki Kuwu – Pos 1 Bangbadakan

Perjalanan awal dari basecamp menuju Situs Ki Kuwu. Situs ini adalah petilasan dari tokoh yang berpengaruh bernama Ki Kuwu. Di dekat lokasi tersebut terdapat sebuah bak air. Trek memasuki kawasan hutan dan kemudian kita akan sampai di Pos Bangbadakan. Pos ini adalah shelter sementara untuk istirahat.


Pos 1 Bangbadakan
Pos 1 Bangbadakan – Pos 2 Cirahong

Dari Pos 1 dilanjutkan menuju Pos 2 Cirahong. Trek mulai memasuki kawasan hutan dan menanjak. Pos 2 sendiri lokasinya sempit dan hanya sebagai tempat singgah sementara.

Pos 2 Cirahong
Pos 2 Cirahong – Pos 3 Cikacu (Sumber Air Wirabuana)

Selanjutnya adalah Pos 3 Cikacu. Di sini adalah persimpangan antara jalur Linggasana baru dan lama. Nama lain pos ini adalah Wirabuana (jalur lama). Lokasinya cukup luas dan bisa untuk camp.


Pos 3 Cikacu
Pos 3 Cikacu – Pos 4 Kiara Lawang

Dilanjutkan menuju Pos 4 Kiara Lawang. Trek masih seperti sebelumnya, berada di dalam kawasan hutan tertutup dan trek menanjak. Pos Kiara Lawang ditandai dengan pohon besar yang diberut juga Pohon Lawang. Di antara pos 3 dan pos 4 kita juga akan bertemu dengan sumber air.


Pos 4 Kiara Lawang
Pos 4 Kiara Lawang – Pos 5 Ki Jamuju

Selanjutnya adalah menuju pos 5. Pos 5 Ki Jamuju memiliki lokasi yang tidak begitu luas namun datar dan masih dalam kawasan tertutup.


Pos 5 Ki Jamuju
Pos 5 Ki Jamuju – Pos 6 Ki Bima

Dari pos 5 dilanjutkan ke pos 6. Trek semakin menanjak dan sempit. Pos 6 Ki Bima memiliki lokasi yang cukup luas dan bisa untuk camp beberapa tenda. Lokasinya juga nyaman karena banyak terlindung pepohonan tinggi besar.

Pos 6 Ki Bima
Pos 6 Ki Bima – Pos 7 Ki Pasang

Selanjutnya sampai di Pos 7 Ki Pasang. Trek yang harus kita lalui masih berupa trek menanjak dan sempit dan masih dalam kawasan hutan tertutup. Pos Ki Pasang sendiri juga demikian, masih di dalam hutan tertutup.


Pos 7 Ki Pasang
Pos 7 Ki Pasang – Pos 8 Astaniah

Trek selanjutnya masih sama. Tidak diperlukan waktu lama untuk mencapai Pos 8 Astaniah. Pos 8 ini tidak begitu luas.


Pos 8 Astaniah
Pos 8 Astaniah – Pos 9 Lingga Buana I – Pos 10 Lingga Buana II

Pendakian dilanjutkan menuju Pos 9 dan Pos 10. Keduanya adalah pos terakhir sebelum mencapai batas keluar hutan di pos 11.


Pos 9 dan Pos 10 Lingga Buana
Pos 10 Lingga Buana II – Pos 11 Ki Sembung

Selanjutnya adalah trek menanjak menuju punggungan bibir kawah. Trek ini mulai keluar dari hutan dan sampailah kita di Pos 11 Ki Sembung.


Pos 11 Ki Sembung
Pos 11 Ki Sembung – Puncak Cantigi

Barulah pendakian menuju puncak kawah Gunung Ciremai via Linggasana. Trek menanjak santai dan tak butuh waktu lama kita akan sampai di Puncak Cantigi. Puncak Gunung Ciremai adalah bibiran kawah bulat. 



Puncak Cantigi
 

Total waktu pendakian

  • Basecamp – Situs Ki Kuwu – Pos 1 Bangbadakan 1 jam
  • Pos 1 Bangbadakan – Pos 2 Cirahong 30 menit
  • Pos 2 Cirahong – Pos 3 Cikacu (Sumber Air Wirabuana) 1 jam
  • Pos 3 Cikacu – Pos 4 Kiara Lawang 2 jam
  • Pos 4 Kiara Lawang – Pos 5 Ki Jamuju 1,5 jam
  • Pos 5 Ki Jamuju – Pos 6 Ki Bima 1 jam
  • Pos 6 Ki Bima – Pos 7 Ki Pasang 30 menit
  • Pos 7 Ki Pasang – Pos 8 Astaniah 30 menit
  • Pos 8 Astaniah – Pos 9 Lingga Buana I – Pos 10 Lingga Buana II 30 menit
  • Pos 10 Lingga Buana II – Pos Ki Sembung 30 menit
  • Pos 11 Ki Sembung – Puncak Cantigi 30 menit
  • Total 9,5 jam 


TIPS PENDAKIAN

  • Pilihlah hari yang bagus untuk mendaki, usahakan jangan waktu hujan
  • Latihan fisik seminggu sebelum hari H
  • Persiapkan tim dan perlengkapan yang akan dibawa . Jangan lupa bawa sesuatu misal benda kesayangan atau tulisan untuk seseorang supaya bisa foto bareng saat di puncak
  • Tim yang solid adalah 5-8 orang. Jika sedikit usahakan 3 orang (1 orang harus sudah pernah naik gunung)
  • Jangan sepelekan keselamatan. Pakai sandal atau sepatu gunung dan jaket gunung. Bawa makanan dan air secukupnya jangan terlalu sedikit dan jangan terlalu banyak. Yang paling penting jangan melanggar peraturan dan jangan buang sampah di gunung
  • Untuk pendakian Slamet kita bisa naik pagi atau malam. Jika pagi bagusnya pukul 10-13. Jika malam 6-7
  • Dirikan tenda di tempat yang datar dan usahakan diselimuti pohon atau semak supaya tidak terkena angin gunung langsung
  • Jika ada anggota kelompok yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sebaiknya ditemani. Atau jika sakit parah langsung beritahu dengan kelompok lain. 

INFORMASI GUNUNG

  • Nama lain : Ciremai, Cereme
  • Elevasi : 3.078 mdpl
  • Lokasi : Jawa Barat
  • Jenis : Stratovolcano Tipe A
  • Pengelola : Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC)
  • Keistimewaan : Gunung tertinggi di Jawa Barat
  • Jalur pendakian : Jalur Apuy, Linggarjati, Linggasana, Palutungan, dan Padabeunghar
  • Tempat Ikonik : Bumi Perkemahan Cigugur, Gua Walet, Batu Lingga, Jalur Bapa Tere
  • Puncak : Puncak Mataram/Sunan Telaga, dan Puncak Cirebon.
  • Lama pendakian : 6-9 jam
  • Koordinat : 6°53’34.1″S 108°24’24.4″E
  • Level pendakian : sedang

 

MAP
REFERENSI

  1. VISTA-34.BLOGSPOT.COM
  2. MASZALADVENTURE.COM
  3. http://infopendaki.com/pendakian-gunung-ciremai-via-jalur-baru-linggasana/

Posting Komentar

0 Komentar

Pui Pui
Pui Pui