Jadwal Terencana Open Trip dan Private Trip


SALAM PETUALANGAN !!!

Apabila membutuhkan bantuan informasi, konsultasi, reservasi segera hubungi +62 85 643 455 685 [[ Syarif ]] melalui WhatApp. Pesan anda akan kami respon dengan respon terbaik kami !!!

Inikah Wajah Masa Depan Yogyakarta

Inikah Wajah Masa Depan Yogyakarta


Siapa yang tak kenal Jogja? Rasanya, kebanyakan sudah mengenalnya. Perkembangan Jogja sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia terlihat cukup cepat. Sayangnya ini tidak selalu sejalan dengan perkembangan penataan pembangunan.
Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Eka, menyadari akan pertumbuhan Kota Jogja dan berbagai polemik yang dihadapi masyarakat. Berangkat dari niat untuk membenahi Jogja, mahasiswa UGM yang tergabung dalam Kuliah Kerja Arsitektur (KKA) ini mulai melakukan diskusi untuk memberikan kontribusi terbaik mereka untuk lingkungan.
“Beranjak dari KKA ini, kami melakukan kunjungan kebeberapa tempat di luar negeri dan kemudian menemukan alternatif solusi yang kami bawa pulang untuk membenahi kondisi di Jogja, khususnya Kali Code, Kotagede dan Seturan,” jelas Eka kepada brilio.net, Kamis (8/4).
Tiga lokasi ini pun didesain dengan sangat apik tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki. Kali Code mewakili komunitas masyarakat, Kotagede mewakili budaya, dan Seturan sebagai daerah komersil.
Penataan Kali Code
desain-kali-code-jogja

Kali Code memiliki potensi yang baik untuk tempat masyarakat yang kreatif. Namun, keberadaannya yang berada pada bantaran sungai perlu dilakukan perbaikan.
“Kali Code adalah daerah yang potensial dan memiliki masyarakat yang kreatif, kami mencoba mengembalikan fungsi sungai dengan tidak menunjang komunitas masyarakat yang ada di sana, disediakan desain yang sinergi dengan kegiatan masyarakat,” jelas Ghina, anggota tim yang melakukan perancangan untuk Kali Code.
Mahasiswa-mahasiswa UGM ini berhasil memberikan desain yang dapat mengurangi dampak dari isu lingkungan dan air bersih dengan dibuatnya water tank untuk mengolah air hujan. Selain itu, disediakan tempat ruang publik untuk masyarakat bersosialisasi.
Untuk kebutuhan masyarakat sendiri, mereka pun mendesain shelter yang diperlukan oleh masyarakat Kali Code, seperti tempat membaca, taman bermain, ruang berjualan dan ruang untuk berkumpul dan berbagi.
Kotagede
desain-kotagede-1-jogja

Kotagede dipilih oleh mereka untuk mewakili budaya. Pemilihan ini bertujuan untuk mengembalikan nilai-nilai budaya yang pernah ada di daerah tersebut. “Kenapa Kotagede? sebab Kotagede merupakan kawasan yang memiliki cagar budaya dan sejarah yang kuat. Permasalahannya Kotagede saat ini masih kurang tertata dan upaya melestarikan budaya lokal mulai berkurang,” ujar Eka.
desain-kotagede-2-jogja

Mereka mendesain Kotagede di masa depan dengan membuat heritage walking free car zone, yaitu jelajah wisata sejarah dengan berjalan kaki. Selain itu, kondisi pasar di Kotagede pun dibuat lebih nyaman, menyelaraskan budaya dengan masyarakat sekitar.
Solusi untuk menataan Kotagede di masa depan yaitu, penataan sirkulasi, pengembangan ruang terbuka hijau, penambahan fasilitas jalan, penyeragaman dan revitalisasi pasar.
Seturan
desain-seturan-1-jogja

Daerah Seturan merupakan daerah yang ada di Jogja yang memiliki perkembangan cukup pesat sebagai pusat komersial, namun masih kurang tertata. “Seturan merupakan salah satu wilayah yang memiliki perkembangan cukup pesat, namun yang hampir terlupa oleh masyarakat adalah letak dari Selokan Mataram yang berada di Seturan, Selokan Mataram adalah sesuatu yang sangat potensial,” lanjut Eka.
desain-seturan-2-jogja

Potensi yang dimiliki oleh Seturan kemudian menjadi landasan munculnya ide kreatif dari mahasiswa ini untuk menciptakan Seturan sport park, Seturan plaza, dan Seturan woodland. Selain itu, sepeda kemudian menjadi kendaraan alternatif yang disediakan. Juga disediakan parkiran terpadu, sehingga dapat mengurangi macet.
desain-seturan-3-jogja

Mereka juga menyediakan fasilitas untuk penderita difabel. Lampu jalan yang digunakan pun merupakan lampu jalan yang menggunakan teknologi photovoltaics yang dapat mengubah energi matahari dengan panel surya menjadi energi listrik.
Pemerintah daerah yang hadir dalam presentasi mereka memberikan respon positif terhadap ide brilian mereka dan berminat untuk mengembangkan ide mahasiswa ini. Melihat dari desain mereka, terbayang kan betapa nyamannya Jogja di masa depan?
via kaskus

Related Posts

There is no other posts in this category.

Komentar

Open Trip Pendakian Gunung

Open Trip Pendakian Gunung Sumbing, Sindoro, Lawu dan Prau 16-17 Agustus 2020. Informasi selengkapnya hubungi +62 85 643 455 685

Gunung Buka Pasca Covid

Covid 19 memang berbahaya namun dengan pengalaman dan mengantisipasi akan menjadikan bahaya tersebut akan berkurang dan dapat ditiadakan. Dengan semangat Anda Aman Bersama Kami, kami akan berupaya untuk menjaga Anda.

Gunung Buka Pasca Covid (Jateng)

Gunung Lawu (21-24 Juni 2020) #Gunung Prau (03 Juli 2020) #Gunung Sindoro (18-24 Juli 2020) #Gunung Sumbing (01 Agustus 2020)

Jabar - Jatim - Sumatra - Lombok - DLL

Gunung Lainnya kunjungi https://www.xplorewisata.com/p/jalur-buka-tutup-pendakian-gunung.html

Cara Menulis Pesan // Komentar

Anda dapat mengomentari artikel ini menggunakan akun google anda. Silahkan untuk masuk ke email anda / akun google kemudian berkomentar secara bijak.

Xplore Wisata // Operator Porter dan Guide Indonesia


  1. Xplore Wisata adalah salah satu pilihan terbaik untuk pendakian gunung terbaik dengan guide dan porter yang berpengalaman di semua gunung Indonesia.
  2. Inovasi selalu kami lakukan sehingga Anda akan mendapatkan kesan terbaik ketika mendaki bersama kami.
  3. Kami akan memastikan bahwa perjalanan anda akan berkesan serta memuaskan dan rindu untuk bertemu dengan tim kami kembali.

Subscribe Our Newsletter