Jadwal Terencana Open Trip dan Private Trip


SALAM PETUALANGAN !!!

Apabila membutuhkan bantuan informasi, konsultasi, reservasi segera hubungi +62 85 643 455 685 [[ Syarif ]] melalui WhatApp. Pesan anda akan kami respon dengan respon terbaik kami !!!

Jumlah Wisatawan Masuk Gua Pindul Harus Dibatasi

Jumlah Wisatawan Masuk Gua Pindul Harus Dibatasi




Ramainya Antrian pengunjung Gua Pindul 2 Mei 2015 / facebook : Lazarus Arintoko

Sejumlah pihak mendesak pembatasan jumlah wisatawan yang masuk ke dalam Gua Pindul segera dilaksanakan karena kondisinya saat ini sudah cukup mengkhawatirkan.

Tidak terkontrolnya jumlah wisatawan dikhawatirkan malah akan merusak ekosistem yang bisa merugikan masyarakat sendiri.

Salah satunya disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Purwanto. Menurutnya, jika pemerintah dan pengelola Gua Pindul tidak segera melakukan pembatasan, maka ekosistem di dalamnya akan rusak.

Dalam jangka panjang masyarakat sendiri yang akan rugi.

“Kami meminta segera ada pembatasan. Kalau seperti itu terus, malah akan merugikan masyarakat,” katanya saat diminta tanggapan mengenai membludaknya wisatawan yang masuk ke dalam Gua Pindul pada akhir pekan lalu, Senin (4/52015).

Politisi Partai Gerindra ini mengakui memang saat ini tidak ada aturan tertulis yang membatasi jumlah wisatawan. Untuk itu diperlukan komitmen kuat di antara pengelola sehingga apa yang sudah disepakati bisa benar-benar dijalankan.

Selain pembatasan, menurutnya juga diperlukan kebijakan meliburkan Gua Pindul. Artinya, dalam jangka waktu tertentu, pengelola tidak memasukkan wisatawan untuk menyusuri gua.

Langkah itu nantinya bisa meminimalisir kerusakan ekosistemnya.

Itu perlu (diliburkan satu hari dalam sepekan atau sebulan). Kalau ekosistemnya sudah rusak, butuh waktu lama untuk memperbaikinya,”ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Walhi DIY. Menurut Direktur Walhi DIY, Haliq Sandera, pembatasan jumlah wisatawan ini mendesak untuk dilakukan.

Pembatasan dapat dilakukan dengan berbagai model. Salah satunya melakukan pembatasan jumlah wisatawan perhari atau pertahun.

Pembatasan tidak hanya dilakukan di Pindul saja, tetapi juga dilakukan di kawasan ekowisata yang dikembangkan lainnya,”katanya.

Kepada pemerintah, Haliq meminta untuk segera membuat kebijakan mengenai pembatasan jumlah kunjungan wisatawan ini. Nantinya, kebijakan tersebut segera disosialisasikan kepada masyarakat sehingga bisa terlaksana dengan baik.

Kesadaran masyarakat yang tinggal di lokasi ekowisata untuk tetap menjaga lingkungan, perlu dibangunkan. Karena ketika ekosistem tidak dijaga, berubah dan rusak, akan mengurangi minat wisatawan juga untuk berkunjung ke sana,” imbuhnya.

Related Posts

There is no other posts in this category.

Komentar

Open Trip Pendakian Gunung

Open Trip Pendakian Gunung Sumbing, Sindoro, Lawu dan Prau 16-17 Agustus 2020. Informasi selengkapnya hubungi +62 85 643 455 685

Gunung Buka Pasca Covid

Covid 19 memang berbahaya namun dengan pengalaman dan mengantisipasi akan menjadikan bahaya tersebut akan berkurang dan dapat ditiadakan. Dengan semangat Anda Aman Bersama Kami, kami akan berupaya untuk menjaga Anda.

Gunung Buka Pasca Covid (Jateng)

Gunung Lawu (21-24 Juni 2020) #Gunung Prau (03 Juli 2020) #Gunung Sindoro (18-24 Juli 2020) #Gunung Sumbing (01 Agustus 2020)

Jabar - Jatim - Sumatra - Lombok - DLL

Gunung Lainnya kunjungi https://www.xplorewisata.com/p/jalur-buka-tutup-pendakian-gunung.html

Cara Menulis Pesan // Komentar

Anda dapat mengomentari artikel ini menggunakan akun google anda. Silahkan untuk masuk ke email anda / akun google kemudian berkomentar secara bijak.

Xplore Wisata // Operator Porter dan Guide Indonesia


  1. Xplore Wisata adalah salah satu pilihan terbaik untuk pendakian gunung terbaik dengan guide dan porter yang berpengalaman di semua gunung Indonesia.
  2. Inovasi selalu kami lakukan sehingga Anda akan mendapatkan kesan terbaik ketika mendaki bersama kami.
  3. Kami akan memastikan bahwa perjalanan anda akan berkesan serta memuaskan dan rindu untuk bertemu dengan tim kami kembali.

Subscribe Our Newsletter