Jadwal Terencana Open Trip dan Private Trip


SALAM PETUALANGAN !!!

Apabila membutuhkan bantuan informasi, konsultasi, reservasi segera hubungi +62 85 643 455 685 [[ Syarif ]] melalui WhatApp. Pesan anda akan kami respon dengan respon terbaik kami !!!

Menikmati Indahnya Gua Cokro

Lagi dan lagi Caving, menuruni indahnya Goa Cokro

Makupella Yogyakarta

Sore itu, setelah packing alat dan breefing selesai kami melakukan perjalanan menuju Goa Cokro. Kegiatan ini merupakan Pendidikan Lanjut Divisi Caving dari Anggota Muda Makupella yaitu Anjani. Perjalanan menuju Goa Cokro lumayan jauh dan beberapa kali rombongan kami berhenti untuk sekedar bertanya ke warga arah menuju Goa Cokro. Tim yang beranggotakan : Om Wisnu, Ipil, Mamalia,Bunda Anjani, Susi “congok”, Bos Aneri, Aeni “ngak-ngek” dan Ana “genter” akhirnya tiba di pendopo desa Belimbing setelah perjalanan kurang lebih 3 jam. Pendopo ini biasa digunakan untuk bermalam sebelum melakukan kegiatan di goa cokro.
           
Pagi harinya sebagian dari tim mengirimkan surat ijin kepada kepala dukuh Belimbing dan menemui pengelola dari Gua Cokro untuk meminta ijin dan kunci gembok gua.

Anjani, Melalukan Rigging di gua cokro
Anjani, Melalukan Rigging di gua cokro

Pada saat itu kami mendapat beberapa wejangan dari pengelola, bahwa untuk anggota cewek yang sedang berhalangan tidak diperkenankan untuk turun, serta selalu menjaga etika saat berada dalam gua. Hal ini kami maklumi sebagai kearifan lokal dari daerah sini yang harus dihormati. Wal hasil setelah breefing, diputuskan bahwa yang turun ke gua cokro hanya 4 orang saja yaitu : Anjani ( sebagai riging man dan cleaner). Om Wisnu ( secound Man), congok dan mamalia. Dan anggota lain menunggu di mulut goa.

Goa Cokro merupakan goa yang letaknya ada di Kecamatan Pojong Kabupaten Gunungkidul gua ini merupakan perpaduan antara goa vertikal dan horisontal. Gua Cokro sendiri memiliki 2 buah entrance, mulut goa yang sebelah kiri merupakan entrance yang paling mudah menurut kami karena tidak tertutupi dengan semak-semak dan ranting kayu sehingga lebih nyaman untuk dimasuki dibandingkan dengan mulut goa yang sebelah kanan. entrance goa ini semacam lubang sumur yang berdiameter kira-kira 2×1 meter dengan kedalaman  kira-kira 20 meter. Tapi panjang dalam goa kira-kira sampai 200 meter.

Pilar-pilar didalam gua cokro
Pilar-pilar didalam gua cokro

Seusai melakukan Orientasi Medan ( ormed ) Anjani mulai melakukan riging dan memasang beberapa pengaman di dekat mulut goa yang dijadikan sebagai ancor. Mulut goa yang sempit sedikit menyulitkan riging man untuk membuat lintasan dikarenakan rawan friksi. Setelah “Main Ancor” dibuat kemudian diskender dipasang untuk menuruni lintasan. Setelah orang pertama turun dan lintasan dipastikan aman tanpa ada tali friksi orang kedua turun dan selanjutnya deskender dari orang ketiga dan keempatpun menuruni lintasan yang dibuat riging man. Saat masuk pertama kali kedalam goa mengguanakan dengan teknik SRT (Single Rope Technique), setelah melewati mulut goa yang sempit kita akan sampai pada bagian dalam goa yang ternyata cukup luas dan sangat indah dan menakjubkan.

Setiap aktivitas penelusuran gua, tidak lepas dari keadaan gelap total. Justru keadaan seperti ini yang menjadi daya tarik bagi seorang caver, sebutan untuk seorang penelusur gua.

Masuk kelorong sempit,untuk menuju Aula goa cokro
Masuk kelorong sempit,untuk menuju Aula goa cokro

Petualangan di lorong gelap bawah tanah menghasilkan pengalaman tersendiri. Perasaan ingin tahu yang besar bercampur dengan perasaan cemas karena gelap total. Sehingga apabila orang bertanya, “ Mengapa mereka memasuki gua ?”, barangkali catatan Norman Edwin adalah jawabannya, “ Adalah suatu kepuasan bagi seorang penelusur gua bila lampu yang dibawanya merupakan sinar yang mengungkapkan sebuah pemandangan yang menakjubkan di bawah tanah”.

Setelah semua anggota tim sampai didasar goa. Tim melakukan eksplorasi di goa cokro, keadaan tanah yang sangat becek sedikit menyulitkan kami untuk melakukan eksplorasi karena hanya satu orang dari tim kami yang menggunakan sepatu but. Dan keadaan ini menyebabkan sandal gunung yang dipakai salah seorang anggota tim putus. Kami melakukan penelusuran kearah mulut gua yang sebelah kanan. Goa  Cokro merupakan tipe goa kering diaman di dalam goa tersebut tidak terdapat aliran sungai bawah tanah. penelusuran dilalui dengan berjalan kaki biasa diantara jalan yang lembek semacam lumpur sampai pada jalan merangkak dan merayap. tidak seperti goa-goa lain yang pernah kami masuki dimana banyak terdapat stalaktit, stalagmit, didalam goa ini  kami juga menemukan pemandangan menakjubkan lainnya yaitu pola bebatuan melingkar seperti pola pada kayu jati dan juga ornamen kamar pengantin yang luar biasa indahnya.

Setelah puas melakukan eksplorasi dan mengabadikan ornament-ornament indah di goa ini. kami kemudian naik ke atas mulut goa dan Anjani melakukan cleaning. Untuk mengganti kekecewaan dari beberapa anggota yang terpaksa tidak bisa turun, kami melanjutkan perjalanan ke pantai Wediombo yang kata penduduk sekitar lokasinya tidak terlalu jauh dari Goa Cokro.

Pengibaran Bendera makupella di dalam gu cokro
Pengibaran Bendera makupella di dalam Gua Cokro

Ternyata setelah perjalanan selama kuranglebih 2 jam kami baru menginjakan kaki di pantai Wediombo. Waktu perjalanan yang sangat lama kami pikir. Setelah sampai kami sempat berfoto-foto ria di pantai ( maklum saja karena tim ini mayoritas adalah cewek sehingga sedikit narsis ).

Dikarenakan kondisi cuaca yang kurang baik, kami mengurungkan niat kami untuk bermalam di pantai ini.

Benar saja setelah kami berjalan menuju parkiran. Hujan yang sangat deras turun sehingga memaksa kami untuk tertahan di parkiran. Setelah hujan dirasa sedikit mereda kami melanjutkan perjalan menuju jogja nanum disepanjang jalan pulang kami di temani rintik hujan bahkan sampai kami tiba di BC Makupella kondisi masih hujan. Keesokan harinya kami melakukan cuci alat dan melakuakan evaluasi kegiatan kemarin.

Related Posts

Komentar

Open Trip Pendakian Gunung

Open Trip Pendakian Gunung Sumbing, Sindoro, Lawu dan Prau 16-17 Agustus 2020. Informasi selengkapnya hubungi +62 85 643 455 685

Gunung Buka Pasca Covid

Covid 19 memang berbahaya namun dengan pengalaman dan mengantisipasi akan menjadikan bahaya tersebut akan berkurang dan dapat ditiadakan. Dengan semangat Anda Aman Bersama Kami, kami akan berupaya untuk menjaga Anda.

Gunung Buka Pasca Covid (Jateng)

Gunung Lawu (21-24 Juni 2020) #Gunung Prau (03 Juli 2020) #Gunung Sindoro (18-24 Juli 2020) #Gunung Sumbing (01 Agustus 2020)

Jabar - Jatim - Sumatra - Lombok - DLL

Gunung Lainnya kunjungi https://www.xplorewisata.com/p/jalur-buka-tutup-pendakian-gunung.html

Cara Menulis Pesan // Komentar

Anda dapat mengomentari artikel ini menggunakan akun google anda. Silahkan untuk masuk ke email anda / akun google kemudian berkomentar secara bijak.

Xplore Wisata // Operator Porter dan Guide Indonesia


  1. Xplore Wisata adalah salah satu pilihan terbaik untuk pendakian gunung terbaik dengan guide dan porter yang berpengalaman di semua gunung Indonesia.
  2. Inovasi selalu kami lakukan sehingga Anda akan mendapatkan kesan terbaik ketika mendaki bersama kami.
  3. Kami akan memastikan bahwa perjalanan anda akan berkesan serta memuaskan dan rindu untuk bertemu dengan tim kami kembali.

Subscribe Our Newsletter