-->

SALAM PETUALANGAN !!!

Apabila membutuhkan bantuan informasi, konsultasi, reservasi segera hubungi +62 85 643 455 685 [[ Syarif ]] melalui WhatApp. Pesan anda akan kami respon dengan respon terbaik kami !!!

Porter Sindoro - Pendakian Gunung Sindoro, Jalur Pendakian Alang Alang Sewu Pajero Anggurgondok, Kertek Wonosobo

Porter Sindoro - Pendakian Gunung Sindoro, Jalur Pendakian Alang Alang Sewu Pajero Anggurgondok, Kertek Wonosobo

Oleh :: frikajuniardy07

Ada sejumlah Gunung indah yang menjadi destinasi pendakian favorit bagi kalangan pendaki salah satunya panorama Gunung Sindoro.

Provinsi Jawa Tengah sendiri banyak pilihan pendakian untuk dituju, Semua gunung yang ada di dalamnya menawarkan pemandangan yang begitu indah, ada gunung selamet, gunung sumbing, gunung merbabu, gunung merapi, gugusan pegunungan dieng, dan masih banyak lagi destinasi pendakian yang belum saya sebutkan.

Dan yang akan saya kupas dalam tulisan pengalaman perjalanan saya kali ini adalah gunung sindoro.
Gunung Sindoro, atau yang juga kerap disebut Gunung Sundoro, memiliki ketinggian 3.153 mdpl di atas permukaan laut. Gunung ini terletak di sekitar Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah.

Gunung Sindoro merupakan gunung berapi aktif berkarakter gunung kerucut tipe Strato, dan terakhir sekali meletus tahun 1971 silam.Bersama Gunung Sumbing yang berhadapan dengannya, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing kerap dianggap sebagai ‘Gunung Kembar’ dalam artian harafiah karena mirip bentuknya dan lokasinya pun berhadapan sangat dekat.

Dalam libur pekan hari buruh saya manfaatkan untuk mencoba menjelajahi hutan gunung sindoro, kali ini jalur alang sewu yg saya pilih. Teman perjalan kali ini bang hery ceker, beliau beberapa kali menemani perjalanan saya dibeberapa perjalanan sebelumnya.

Beberapa tahun lalu saya pernah mencicipi gunung sindoro, waktu itu perjalanan ke gunung sindoro via keledung tepat setelah usai mendaki gunung sumbing,

Perjalanan Dari jakarta menuju wonosobo pada awalnya adalah perjalanan yang sangat amat menyebalkan, sepanjang bis mulai bergerak bis hanya mampu bergerak tidak lebih dari 20km/jam alias macet parah, untuk sampai ke kebakasi saja saya harus bersabar hingga 4 jam lamanya.

Setibanyanya diterminal mendolo kami bertemu salah satu rombongan pendaki yang hendak mendaki sindoro juga, loby pun terjadi yg sedari awal mereka berencana menjajal jalur kledung akhirnya terbuai juga untuk menjajal jalur baru alang sewu, dan akhirnya perjalanan saya dan bang ceker bertambah anggota, perjalanan dari terminal mendolo kami lanjutkan menuju desa anggrungondok desa awal memulai perjalanan sindoro via alang sewu.

Tepat didesa anggrungondok bis kami berhenti, desa gondok berada sebelum garung (jalur gunung sumbing) dan pintu masuk kledung (jalur populer gunung sindoro). Tidaklah sulit menemukan pemberhentian jalur alang sewu, persis ditepi jalan sudah terpasang spanduk informasi base camp alang sewu lalu diseberangnya terdapat pula alfa mart guna menambah perbekelan yang dirasa kurang.

Tidak jauh dari jalan raya parakan penghubung kota wonosobo dan temanggung informasi pemberhentian menuju basecamp pajero atau pengurus pendakian gunung sindoro via alang alang sewu terpampang jelas dengan spanduk besar yang menandakan lokasi, atau juga dapat memesan kepada kernet bis untuk diturunkan di desa anggrungondok atau lebih familiar lagi goa maria.

Dari terminal mendolo (wonosobo) naik bus jurusan magelang.

Sesampainya di basecamp sambutan hangat kami terima dari pengurus base camp pajero (pengelola jalur alang sewu) tidak lupa segala informasi kami kulik dari pengelola. Dengan biaya retribusi pendakian sebesar sepuluh ribu rupiah perorang kami sudah bisa melintasi jalur alang alang sewu, tak lupa juga mengisi buku izin mendaki dengan menyertakan data diri dan nomer telepon yang dapat dihubungi sebagai salah satu syarat pendakian.Base camp pajero ini bagi kami terbilang sangat amat cukup baik, terdapat area tempat memarkir kendaraan bagi yang menggunakan mobil/motor pribadi, soal kenyamanan basecamp tak perlu diragukan lagi ruangan berkapasitas cukup besar beralaskan karpet sebagai pelindung dingin, berbagai makanan dan minuman yang bisa dipesan kapan saja, segala macam sovenir pernak pernik bertemakan gunung sindoro, colokan (yang tak kalah pentinh) untuk mengisi daya telepon seluler dan sebagainya hingga wifi yang disediakan pengelola dengan tarif seiklhasnya.


Spanduk tanda pemberhentian ditepi jalan yang menandakan tempat pemberhentian dijalan lintas wonosobo-temanggung







Basecamp Pajero desa anggrungondok

Jalur yang baru diresmikan sekitar satu tahun yang lalu ini dikelola oleh KPA PAJERO, dengan membayar uang sebesar sepuluh ribu rupiah lalu mencatatkan nama alamat dan data diri lengkap kami sudah diizinkan untuk mendaki gunung sindoro via alang alang sewu.

Perjalanan awalmenuju pintu rimba romantisme warga setempat yang selalu melemparkan senyum dan sapanya kepada kami menemani perjalanan awal kami, setelah kami melewati dusun anggungrondok lalu ladang perkebunan yang sangan panjang, dengan berlatar gunung sumbing di arah belakang dan gagahnya gunung sindoro didepan menambah semangat semakin berlipat ganda agar cepat sampai pos 3 alang sewu, pos 3 yang kami rencanakan sebagai camp kami malam nanti,

Menuju pintu rimba dari basecamp pajero membutuhkan sekitar 1 jam, setelah memasuki gerbang dominasi hutan rapatpun seakan menjadi payung alami kami untuk menghalau teriknya matahari.

Menuju pos 1 atau yang disebut juga lembah kesunyian dari pintu rimba membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan medan yang masih dibilang cukup landai,

Pintu rimba sebagai batas vegetasi dan jalur pendakian alang alang sewu

Melintasi perkebunan penduduk menuju pintu rimba
Pos 1 lembah kesunyian

Diawal perjalanan menuju pos 2 medan masih terasa landai sesekali kemiringan sampai 30 derajat tersaji didepan mata, medan masih rapat khas pegunungan sindoro, sebelum sampai pos 2 ada sebuah pipa yg pecah mengalirkan air yang sangat jernih, ada satu lagi sumber air dan sumber air tersebut yg sebenarnya direkomendasikan bagi para pendaki, karena sumber air yg sebelumnya penggunaanya diperuntukan untuk warga setempat, namun menuju sumber air tersebut agak menjauh dari jalur kira2 sekitar 10 menit dengan jalur yg kecil dan agak tertutup ilalang, setelah dirasa perbekalan air cukup kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2, waktu tempuh menuju pos 2 satu jam 30 menit. Pos 2 merupakan dataran memanjang cukup untuk beberapa tenda. Pos 2 disebut juga lembah katresnan.



Pos 2 lembah katresnan



Melanjutkan perjalanan menuju pos 3 dengan jalur semakin menanjak, diawal perjalanan medan rapat masih tersaji, selang perjalanan 30 menit medan mulai terbuka dengan ilalang dikanan kiri jalur, waktu tempuh menuju pos 3 sekitar 1 jam 30 menit. Pos 3 disebut juga spot sunrise jalur alang sewu dengan berlatar gunung sumbing dan pemandangan cahaya kota yang sangat cantik jika dilihat malam hari, di depan gagahnya gunung sindoro memanjakan mata, kami putuskan bermalam disini berharap besok pagi cuaca bagus dan panorama matahari terbit via alang sewu yang terkenal dikalangan pendaki menyapa pagi kami esok.

Pos 3 alang alang sewu
Sunrisse dari pos 3 berlatar gunung sumbing, merapi dan merbabu

Sunrise dari pos 3 alang alang sewu


Perjalanan kami lanjutkan kembali, medan khas puncak sindoro yang "menyebalkan" membuat ngilu semakin menjadi-jadi, selama perjalanan menuju puncak, gagahnya gunung sumbing dibelakang seakan membuat perjalanan semakin lambat karena saking asyik memandanginya, ada sebuah "spot foto" yang pasti setiap pendaki gunung sindoro via alang sewu menyempatkan berfoto disitu dan namanyapun sedikit menyentil kaum tak berpasangan (jomlo) selo gemiling atau batu jomlo.



Spot ini adalah sebuah batu besar yang puncaknya menjorok kearah gunung sumbing seakan menantang gagahnya gunung sumbing selo gemiling menyajikan panorama yang sangat indah, kalau menurut saya sendiri kenapa dinamakan batu jomlo karena dipuncak batu besar itu cuma aman hanya untuk dipijak seorang diri (sekali lagi itu pendapat saya)





Selo gemiling (batu jomlo)

Pos4 jalu mulyo


Melanjutkan perjalanan kembali menuju puncak sindoro sangat amat membutuhkan kesabaran ektra medan mendaki berbatu yang terjal memperlambat perjalanan kami, namun pada akhirnya kesabaran dan usaha membuahkan hasil, untuk kali kedua saya bisa menginjakan kaki dipuncak gunung sindoro dengan melintasi 2 jalur yg berbeda, waktu tempuh dari pos 4 menuju puncak sekitar 1 jam.


Puncak alang alang sewu

Kawah gunung sindoro 


Source ::

Related Posts

Komentar

Open Trip Pendakian Gunung

Open Trip Pendakian Gunung Sumbing, Sindoro, Lawu dan Prau 16-17 Agustus 2020. Informasi selengkapnya hubungi 085 643 455 685

Gunung Buka Pasca Covid

Covid 19 memang berbahaya namun dengan pengalaman dan mengantisipasi akan menjadikan bahaya tersebut akan berkurang dan dapat ditiadakan. Dengan semangat Anda Aman Bersama Kami, kami akan berupaya untuk menjaga Anda.

Gunung Buka Pasca Covid (Jateng)

Gunung Lawu (21-24 Juni 2020) #Gunung Prau (03 Juli 2020) #Gunung Sindoro (18-24 Juli 2020) #Gunung Sumbing (01 Agustus 2020)

Jabar - Jatim - Sumatra - Lombok - DLL

Gunung Lainnya kunjungi https://www.xplorewisata.com/p/jalur-buka-tutup-pendakian-gunung.html

Cara Menulis Pesan // Komentar

Anda dapat mengomentari artikel ini menggunakan akun google anda. Silahkan untuk masuk ke email anda / akun google kemudian berkomentar secara bijak.

Xplore Wisata // Operator Porter dan Guide Indonesia

  1. Xplore Wisata adalah salah satu pilihan terbaik untuk pendakian gunung terbaik dengan guide dan porter yang berpengalaman di semua gunung Indonesia.
  2. Inovasi selalu kami lakukan sehingga Anda akan mendapatkan kesan terbaik ketika mendaki bersama kami.
  3. Kami akan memastikan bahwa perjalanan anda akan berkesan serta memuaskan dan rindu untuk bertemu dengan tim kami kembali.
Subscribe Our Newsletter