SALAM PETUALANGAN !!!
Apabila membutuhkan bantuan informasi, konsultasi, reservasi segera hubungi 085 643 455 685 [[ Syarif ]] melalui WhatApp. Pesan anda akan kami respon dengan respon terbaik kami !!!

Follow Instagram.com/xplore.wisata

Sudah Bayar kan, Yuk Buang Sampah di Semeru

Wahyu Martien : ”Sudah Bayar kan, Yuk Buang Sampah di Semeru”

Wahyu Bayar Sampah Semeru

FORUMHIJAU.COM – Mengelus dada saat membaca pernyataan dari salah satu Pendaki Gunung Semeru yang tak beretika ini.

Kelestarian alam di area pegunungan tercemar oleh kelakuan segelintir pendaki. Sampah-sampah yang dibuang sembarangan membuat kondisi alam semakin memprihatinkan.

Upaya untuk mengampanyekan kebersihan mulai marak disuarakan komunitas lingkungan.

Berbeda dari upaya melestarikan gunung, pernyataan dari salah satu pengguna Facebook ini justru memprihatinkan.

Seakan membela diri, pemilik akun bernama Wahyu Martien ini malah mengeluh uang masuk yang mahal serta tak mau disalahkan soal buang sampah sembarangan.

“Ticket ke Semeru per harinya Rp 22.500 x 500 orang per hari. Pendapatan bersih Rp 11.250.000 per hari. Berapa banyak uang yang didapatkan petugas setiap hari. JADI JANGAN SALAHKAN kita kalau ke sana BUANG sampah sembarangan di sana. Karena kita bayar ongkos PETUGAS KEBERSIHANNYA MAHAL. Belum lagi di Perdaya naik jeb nya yang MAHAL @Semeru,” demikian dikutip dari akun Wahyu Martien, Jumat (5/6). 

Entah apa yang membuat dia berpikir seperti ini. Pantas saja Gunung Semeru semakin hari semakin rusak saja alamnya. Ternyata rata-rata yang mendaki kesana berpikir seperti ini. Ini bukkan pendaki gunung namanya, ini hanya seorang anak muda yang mencari foto di alam untuk kepentingan pamer di sosial media.

Kalau harga tiket masuk mahal saja buang sampah seenaknya apalagi jika tiket masuknya murah Gunung Semeru dahulu adalah gunung yang sangat asri dan minim sampah, sampai akhirnya sebuah film sampah di penghujung 2012 bisa membuat pengunjung gunung tersebut membludak.

Ketika pengunjung sudah membludak, kita sudah tidak bisa menyortir lagi apakah pendaki tersebut benar-benar bisa menjaga kelestarian alam atau tidak. Kerusakan Gunung Semeru bisa terlihat dari awal kita mendaki.

Di desa Ranu Pane dahulu terdapat danau yang indah dan luas, namun sekarang sudah agak menyempit karena dipakai tempat parkiran truk yang disewa pendaki.

Kemudian danau Ranu Kumbolo yang terkenal akhir-akhir ini, dahulu airnya dapat dikonsumsi, namun sekarang saya meragukan kebersihannya sebab sudah banyak pendaki yang mencuci peralatan masak dengan sabun atau deterjen.

Sampah menumpuk disekitar danau Ranu Kumbolo. Belum lagi yang tercecer disepanjang jalur pendakian. Sampah biasanya menumpuk di tempat-tempat camping.

[ www.forumhijau.com | FHI ]

lantas,,
masih layak kah kita mendaki Gunung jika masih meninggalkan Sampah ??

Related Posts

Komentar

Subscribe Our Newsletter