Porter Tretes, Pondokan Camp Ground Gunung Arjuno Welirang dan Tempat Isitrahat Penambang Belerang

 

Porter Tretes, Pondokan Camp Ground Gunung Arjuno Welirang dan Tempat Isitrahat Penambang Belerang

Tempat di atas bernama Pondokan. Areanya cukup luas, meski tak berkontur tanah yang rata. Pondokan kerap menjadi singgah atau camping ground bagi kebanyakan pendaki Arjuno-Welirang. Meski ada saja di antara mereka yang memilih mendirikan kamp di tempat lain, semisal Lembah Kidang.

Tapi Pondokan punya sesuatu yang sangat dibutuhkan para pendaki: mata air dan warung makanan. Keduanya saling melengkapi. Keduanya jelas tak bisa dipisahkan.

Usai menempuh perjalanan panjang sejak pos perizinan hingga Pos I Pet Bocor, lalu spot Kopkopan dan berakhir di Pondokan jelas telah menguras banyak energi.

Pengalaman kemarin, memang saya dan kelima kawan lebih memilih naik jip pengangkut belerang. Bukan karena kami tak mau berjalan menyusuri trek batu-batuan yang sangat menyiksa kaki. Tapi karena memang sejak awal ada usulan demikian, lalu disepakatilah untuk naik jip. Tapi dari obrolan dengan beberapa pendaki yang saya temui di Pondokan, rataan waktu yang mereka habiskan selama perjalanan mulai pos perizinan hingga Pondokan, adalah sekitar 10-12 jam lamanya.

Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan. Tapi sebenarnya akan terasa mengasyikkan, bila kita benar-benar menikmatinya bersama tim.

Di Pondokan, ada sumber air yang sangat membantu siapapun yang memerlukannya. Bukan hanya pendaki saja. Warga lereng gunung yang kebetulan berada di sana pun turut memanfaatkan keberadaan mata air tersebut.

Pondokan berada di sebuah area yang diapit oleh bukit. Di sana, ada sejumlah gubuk berdinding kayu dan beratapkan semak-semak kering. Setiap gubuk difungsikan sebagai tempat penyimpan hasil tambang belerang. Sumber daya alam ini ditambang oleh penduduk sekitar. Tak setiap hari para petambang itu bekerja. Setidaknya dua kali dalam seminggu, mereka harus mendaki hingga puncak Welirang untuk menambang belerang-belerang tersebut.

Saat saya dan 5 kawan saya mendaki, kebetulan di sana sedang tak ada kegiatan para pekerja. Pondokan pun sepi, kecuali mereka yang sedang berkemah. Begitu pula di titik tertinggi Welirang, hanya kepulan asap belerang yang menyengat hidung saja. Selebihnya tak ada aktivitas manusia apapun, selain mendaki puncak. ⬇️⬇️⬇️

ahmad_nazhif ➡️➡️ 
Hanya saja, kegiatan pertambangan belerang lebih diminati oleh mereka yang sudah sepuh. Para generasi muda, menurut cerita yang dituturkan oleh seorang pemiliki warung makanan kecil di sana, lebih gandrung bekerja di perkotaan. Faktor besaran upah yang diterima menjadi alasan minimnya orang-orang muda meneruskan tali estafet pekerjaan dari para pendahulu mereka.

Ah, saya jadi membayangkan, bila suatu saat nanti trek berbatu dari Pet Bocor hingga Pondokan diperbaiki dan diperhalus dengan baik, pastilah camping ground tersebut akan lebih ramai dan padat. Tapi tentu saja, bila itu terjadi, bisa saja keasrian alam di sekitarnya akan “terusik” oleh manusia.
 
Sumber : @ahmad_nazhif 







Posting Komentar

Anda dapat mengomentari artikel ini menggunakan akun google anda. Silahkan untuk masuk ke email anda / akun google kemudian berkomentar secara bijak.

Lebih baru Lebih lama

Paket Pendakian Gunung

Package Corporate

Package Honeymoon

Safary Trip

Xplore Wisata

XploreWisata merupakan salah satu jasa penyedia jasa layanan guide dan porter pendakian gunung.

Hubungi Admin