🔍 Tanya Paket
PORTER PORTER GUNUNG INDONESIA • SR12 DISTRIBUTOR

Salam Sapaan
Perjalanan Berkesan dari rumah

XploreWisata adalah teman perjalanan terpercaya Anda untuk menjelajahi keindahan alam Indonesia. Kami menyediakan layanan Open Trip, Private Trip, dan Porter Gunung profesional yang aman, nyaman, dan berkesan.

ABC
4.9/5 dari 800+ pendaki • Terpercaya sejak 2019
Dipercaya:
SR12 • Porter Gunung Indonesia • Sembalun Basecamp
3D2N • Best Seller
Rinjani 3D2N
Via Sembalun
Rp 1,85jt
PORTER GUNUNG
Professional Porter & Guide Rinjani

Pilihan terbaik minggu ini #0

Hidung Meler Ketika Mendaki, Wajar Sob !!!

Hidung Meler Ketika Mendaki, Wajar Sob !!!

Hidung Meler Ketika Mendaki, Wajar Sob !!!

Mendaki gunung itu kegiatan yang luar biasa menurut saya.
Salah satunya adalah melatih diri supaya tidak 'MANJA'

Hubungannya apa dengan Plester / koyo di hidung?

Tubuh kita itu sangat luar biasa, bisa beradaptasi di segala medan, namun memang butuh proses. Sama halnya seperti penggunaan koyo pada hidung, betul sihhh itu hidung2 mereka, kenyamanan mereka ngapain kita ribet?

Tapi sebelum itu ada yang mesti kita ketahui bersama, bahwa mengeluarkan lendir adalah salah satu reaksi tubuh kita dalam rangka memaksa tubuh untuk bisa beradaptasi.

Nahhh ini kaitannya dengan 'MANJA'. Biarkan saja pilek, meler, atau mampet, biarkan terjadi secara alami, kerja tubuh kita otomatis berubah di tekanan dan suhu yang berbeda seperti diatas gunung.

Setelah si tubuh klik dan pas menyesuaikan suhu dan tekanan makan sudah ga ada lagi itu meler2an, malah tubuh kita akan terasa ringan dan tidak ada lagi gangguan pernafasan.

Jangan 'MANJA' meler dikit di koyoin hidungnya, jangan 'CENGENG' saat tubuh kita bereaksi seperti itu sampai menggunakan alat bantu koyo.

Tubuh kita juga ajaib lohhh, punya memori yang baik, saat besok2 menghadapi kondisi tekanan dan suhu yg serupa langsung otomatis mengingat dan tidak lagi meler2an

Saya juga termasuk Pendaki Ingusan ditambah ada penyakit polip, tapi biarkan tubuh bekerja secara maksimal menetralkan sendiri, untuk kenyamanan kita sendiri nantinya

Sooo kamu kamu kamu yang Pendaki Ingusan juga. JANGAN MANJA!
Gagah bawa carier besar tapi takut ingusan

Mari terus belajar ada sebab ada akibat, mendaki gunung tak semudah itu, pelajarannya tidak akan pernah habis.
Dan mendaki gunung bukan sekedar kau kiy kuy key koyyy langsunggg cusss modal dengkul. Jangan lupa ada yang namanya otak untuk berpikir yang menjadi bagian dari tubuh kita

Tulisan Om Willy Kurniawan ( kami kutip dari facebooknya )