Jadwal Terencana Open Trip dan Private Trip


SALAM PETUALANGAN !!!

Apabila membutuhkan bantuan informasi, konsultasi, reservasi segera hubungi +62 85 643 455 685 [[ Syarif ]] melalui WhatApp. Pesan anda akan kami respon dengan respon terbaik kami !!!

Hypotermia, Ancaman Mendaki di Musim Kemarau

Hypotermia, Ancaman Mendaki di Musim Kemarau

Mendakilah dengan orang yang berpengalaman atau menggunakan jasa wisata yang berpengalaman untuk lebih menjamin keselamatan selama perjalanan. Menyiapkan team pendakian juga salah satu keberhasilan dalam pendakian.

Setelah sejak Januari 2020 virus SARS-CoV 2 atau lebih dikenal dengan virus Corona menyerang dunia, di Indonesia hampir semua tempat wisata alam ditutup untuk kunjungan umum. Wabah virus corona ini, yang dikenal dengan Corona Viruses Disease (COVID-19) menghentikan semua langkah para pendaki gunung untuk menapaki atap langit. Awal bulan ini, Juli 2020, beberapa kawasan wisata alam mulai dibuka, termasuk beberapa gunung, tentunya dengan aturan baru yang mengikuti protokol kesehatan terkait COVID-19.
 
Baru saja beberapa gunung dibuka, sudah memakan korban. Di Lawu ditemukan jenazah 1 orang pendaki. Di Guntur yang sebenarnya merupakan kawasan Cagar Alam dan terlarang untuk pendakian, 1 orang pendaki hilang dan ditemukan keesokan harinya. Di beberapa gunung yang lain, beberapa accident menyebabkan para ranger dan tim SAR harus bekerja ekstra.
 
Tapi masalah paling besar bukan terkait COVID-19. Ancamannya adalah suhu dingin di puncak musim kemarau. Para pengunjung gunung, masih belum banyak yang sadar bahwa ketika musim kemarau suhu di gunung akan lebih dingin dibanding suhu di musim penghujan. Pada bulan Agustus-September setiap tahunnya, di gunung Prau (2590 m dpl) di Jawa Tengah misalnya, suhu bisa mencapai -10 derajat Celcius dan menimbulkan embun es di rerumputan. Di Lawu sehari yang lalu suhu udara dilaporkan 2 derajat Celcius. Suhu dingin di kawasan gunung ini tentu saja rawan menimbulkan hipotermia bagi para pengunjung dan pendaki gunung yang beraktifitas.
 
Normalnya, suhu udara pada musim kemarau memang akan lebih dingin dibanding dengan suhu udara di musim penghujan. Perkaranya adalah pada saat musim kemarau, tidak adanya awan pada saat malam. Tidak adanya awan ini energi panas di bumi, atau gelombang panjang yang dipancarkan ke atmosfir tidak bisa dipantulkan lagi ke bumi. Ini yang menyebabkan suhu menjadi dingin. Ketika musim penghujan, sebaliknya, hingga suhu di musim penghujan akan terasa lebih hangat.
 
Lalu bagaimana memperkirakan suhu di puncak gunung ketika kita akan mendaki gunung? Rata-rata setiap penambahan ketinggian 100 m, suhu akan turun 1 derajat Celcius. Tapi ini bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Misalnya angin, dan lain-lain. Sebagai contoh di Gunung Gede, ketika kita melapor di Cibodas sebelum naik suhu 28 derajat Celcius. Ketinggian pos Cibodas adalah 1.340 m dpl. Puncak Gunung Gede berada di ketinggian 2.958 m dpl. Jadi ada perbedaan ketinggian 1618 m atau kita bulatkan menjadi 1600. Karena dari Cibodas ke Gede kita akan naik 1600 m, jadi perkiraan suhu di puncak Gede adalah 28 derajat Celcius – (1600:100) = 12 derajat Celcius. 
 
Dengan perlengkapan kurang, logistik tidak memadai, dan teknik serta pengetahuan kurang maka suhu 12 derajat Celcius ini bisa membuat pengunjung atau wisatawan gunung mengalami hipotermia.
 
Jadi, ketika akan mendaki gunung di musim kemarau, siap-siap dengan cuaca dingin menusuk tulang. Persiapkan perlengkapan standar pendakian seperti sleeping bag dan jacket tebal, serta makanan tinggi kalori. Juga belajarlah bagaimana menangani hipotermia. Ingat ada cara lain selain skin-to-skin untuk menangani hipotermia. Jangan manfaatkan celah kesempatan dalam kesempitan.
 
Salam Wildlife – Bernard T. W. W

#KPG#EnergyOfKPG#KPGForIndonesia#LitbangKPG

Gunomerto Siswosoediro‎
Komunitas Pendaki Gunung 

Related Posts

Komentar

Open Trip Pendakian Gunung

Open Trip Pendakian Gunung Sumbing, Sindoro, Lawu dan Prau 16-17 Agustus 2020. Informasi selengkapnya hubungi +62 85 643 455 685

Gunung Buka Pasca Covid

Covid 19 memang berbahaya namun dengan pengalaman dan mengantisipasi akan menjadikan bahaya tersebut akan berkurang dan dapat ditiadakan. Dengan semangat Anda Aman Bersama Kami, kami akan berupaya untuk menjaga Anda.

Gunung Buka Pasca Covid (Jateng)

Gunung Lawu (21-24 Juni 2020) #Gunung Prau (03 Juli 2020) #Gunung Sindoro (18-24 Juli 2020) #Gunung Sumbing (01 Agustus 2020)

Jabar - Jatim - Sumatra - Lombok - DLL

Gunung Lainnya kunjungi https://www.xplorewisata.com/p/jalur-buka-tutup-pendakian-gunung.html

Cara Menulis Pesan // Komentar

Anda dapat mengomentari artikel ini menggunakan akun google anda. Silahkan untuk masuk ke email anda / akun google kemudian berkomentar secara bijak.

Xplore Wisata // Operator Porter dan Guide Indonesia


  1. Xplore Wisata adalah salah satu pilihan terbaik untuk pendakian gunung terbaik dengan guide dan porter yang berpengalaman di semua gunung Indonesia.
  2. Inovasi selalu kami lakukan sehingga Anda akan mendapatkan kesan terbaik ketika mendaki bersama kami.
  3. Kami akan memastikan bahwa perjalanan anda akan berkesan serta memuaskan dan rindu untuk bertemu dengan tim kami kembali.

Subscribe Our Newsletter