Jadwal Terencana Open Trip dan Private Trip


SALAM PETUALANGAN !!!

Apabila membutuhkan bantuan informasi, konsultasi, reservasi segera hubungi +62 85 643 455 685 [[ Syarif ]] melalui WhatApp. Pesan anda akan kami respon dengan respon terbaik kami !!!

Ilmuwan Prediksi Bencana Global

 Ilmuwan Prediksi Bencana Global Letusan Gunung Api Dahsyat

Rabu, 15 April 2015 19:58

Ilmuwan Prediksi Bencana Global Letusan Gunung Api Dahsyat
TRIBUN MEDAN / DEDY SINUHAJI

ILUSTRASI - Gunung Sinabung mengeluarkan lava pijar bersama guguran awan panas terlihat dari Desa Tiga Pancur, Tanah Karo, Sumut, Kamis (10/9/2014). Aktivitas Gunung Sinabung sepekan terakhir masih mengalami peningkatan.
TRIBUNJOGJA.COM - Sekelompok ilmuwan dari European Science Foundation memprediksi kemungkinan terjadinya letusan gunung berapi dahsyat pada akhir abad ini.
Mereka menyebutkan, kemungkinan itu bisa terjadi dengan probabilitas sekitar 5 - 10 %.

Pemetaan letusan super volcano yang pernah terjadi (European Science Foundation)
Mereka menambahkan bahwa letusan dahsyat gunung berapi ini, bisa mempengaruhi seluruh dunia bahkan bisa melemparkan kembali umat manusia seperti halnya pada jaman pra sejarah.
Atas prediksi itu, para ilmuwan meminta kepada dunia untuk mengalokasikan dana khusus mitigasi bencana tersebut serta untuk memonitor aktivitas gunung berapi.
Sebagaimana dilansir Mail Online, para ahli ini mengibaratkan kehancuran bencana tersebut sama halnya dengan yang terjadi ketika Gunung Tambora di Sumbawa meletus pada tahun 1815. Letusannya, diperkirakan telah membunuh lebih dari 100 ribu jiwa.

Gunung Tambora (Foto : Jialiang Gao/Wikimedia Common)
Letusan itu telah melontarkan asap tebal ke angkasa hingga ketinggian 43 kilometer sehingga memicu terjadinya penurunan suhu global lantaran sinar matahari tertutup oleh kabut tebal vulkanik.
Di kalangan para ahli, hal ini dikenal dengan istilah Tahun Tanpa Musim Panas.

"Meskipun dalam beberapa dekade ke belakang, gempa bumi telah menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan dan hilangnya nyawa, namun sesungguhnya resiko paling utamanya adalah meletusnya gunung api. Kejadiannya memang terhitung relatif lebih jarang, namun akibatnya bisa memicu bencana massal secara global," demikian kutipan paparan dalam laporan ilmiah yang dipresentasikan dalam sidang European Geosciences Union di Vienna pada Selasa (14/4/2015) kemarin.
Dengan resiko tersebut, mereka meminta agar setiap negara benar-benar mengalokasikan dana untuk memonitor aktivitas gunung api. Selain itu, proses mitigasi pra bencana dan paska bencana harus benar-benar direncanakan secara matang.
"Ini juga membutuhkan respon tepat dari geopolitik internasional meliputi tahapan persiapan, respon dan mitigasi," tambahnya.
Tak hanya bencana gunung api, namun ada bencana global lainnya yang mereka bahas. Semisal tsunami, gempa bumi, kebakaran hutan, angin tornado, ancaman asteroid, serta banjir. Namun, diantara bencana-bencana tersebut, para ahli memilih erupsi vulkanik merupakan bencana yang lebih serius.
Mereka merinci, letusan Gunung Eyjafjallajokull silam telah melemparkan abu vulkanik hingga ke atmosfer dan menyebabkan kerugian akibat lumpuhnya lalu lintas udara di Eropa.

letusan Gunung Eyjafjallajokull (EP)
Padahal gunung ini memiliki skala letusan vulkanik (VEI) antara 3 hingga 4.
Bandingkan, letusan Gunung Vesuvius yan menghancurkan Pompeii mencapai skala VEI 5, sementara letusan Gunung St Helen pada 1980 mencapai skala Vei 5.

Itu juga belum seberapa.
Dari 20 letusan dahsyat gunung api sejak 1500, hanya ada satu letusan paling dahsyat yang pernah tercatat dengan skala hingga VEI 7. Yakni letusan Gunung Tambora.
Selain itu, 75 ribu tahun lalu, letusan dahsyat gunung yang menciptakan danau Toba tercatat sebagai letusan paling dahsyat di dunia dengan skala VEI 8.

Tabel : European Science Foundation
"Letusan sebesar Toba bisa melemparkan kembali umat manusia ke jaman pra sejarah" tanda para ahli.
Mereka menyebutkan bahwa letusan sebesar itu terjadi setiap 45 ribu tahun sekali dalam 714 ribu tahun. Namun sekali meletus, mengakibatkan kehancuran massal secara global. (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Komentar

Open Trip Pendakian Gunung

Open Trip Pendakian Gunung Sumbing, Sindoro, Lawu dan Prau 16-17 Agustus 2020. Informasi selengkapnya hubungi +62 85 643 455 685

Gunung Buka Pasca Covid

Covid 19 memang berbahaya namun dengan pengalaman dan mengantisipasi akan menjadikan bahaya tersebut akan berkurang dan dapat ditiadakan. Dengan semangat Anda Aman Bersama Kami, kami akan berupaya untuk menjaga Anda.

Gunung Buka Pasca Covid (Jateng)

Gunung Lawu (21-24 Juni 2020) #Gunung Prau (03 Juli 2020) #Gunung Sindoro (18-24 Juli 2020) #Gunung Sumbing (01 Agustus 2020)

Jabar - Jatim - Sumatra - Lombok - DLL

Gunung Lainnya kunjungi https://www.xplorewisata.com/p/jalur-buka-tutup-pendakian-gunung.html

Cara Menulis Pesan // Komentar

Anda dapat mengomentari artikel ini menggunakan akun google anda. Silahkan untuk masuk ke email anda / akun google kemudian berkomentar secara bijak.

Xplore Wisata // Operator Porter dan Guide Indonesia


  1. Xplore Wisata adalah salah satu pilihan terbaik untuk pendakian gunung terbaik dengan guide dan porter yang berpengalaman di semua gunung Indonesia.
  2. Inovasi selalu kami lakukan sehingga Anda akan mendapatkan kesan terbaik ketika mendaki bersama kami.
  3. Kami akan memastikan bahwa perjalanan anda akan berkesan serta memuaskan dan rindu untuk bertemu dengan tim kami kembali.

Subscribe Our Newsletter