Jadwal Terencana Open Trip dan Private Trip


SALAM PETUALANGAN !!!

Apabila membutuhkan bantuan informasi, konsultasi, reservasi segera hubungi +62 85 643 455 685 [[ Syarif ]] melalui WhatApp. Pesan anda akan kami respon dengan respon terbaik kami !!!

5 Kesalahan Pendaki Gunung Yang Harus Kita Hindari

5 Kesalahan Pendaki Gunung Yang Harus Kita Hindari

dari judul aslinya

5 Dosa Para Pendaki Gunung yang harus dihindari


Postingan ini untuk memperingati hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada tanggal 5 juni. Manusia punah, alam pun tak akan apa-apa. Jika alam rusak, maka manusialah yang akan bermasalah. Yuk sayangi alam kita!

ADA sebuah anggapan bahwa mendaki gunung itu adalah sebuah tindakan yang keren dan gagah. Ada rasa bangga ketika sudah menginjakan kaki di puncaknya. Namun, sadarkah kita bahwa kita yang mengaku pecinta, ataupun penikmat alam, bisa jadi adalah seorang perusak alam?

1. Melakukan kegiatan pendakian massal (non-konservatif)

Mungkin kita sudah tahu tentang sebuah brand perlengkapan outdoor yang melakukan pendakian massal ke gunung Semeru beberapa waktu lalu.
Saya sempat diajak teman karena dalam iklannya pendakian ini dibumbui oleh kata-kata bersih-bersih gunung, tanam pohon, dan konservasi. Kenyataannya? Semeru menjadi tempat sampah dan potensi rusaknya ekosistem makin besar.
Sebelum mengikuti pendakian massal, ada baiknya survey terlebih dahulu. Berapa kapasitas gunung tersebut, berapa jumlah pendaki yang dibolehkan ikut oleh panitia, dan hal yang terkait dengan konservasi lainnya. Jadilah pendaki yang bertanggung jawab, sob!

2. Andil besar mencemari lingkungan




Biarkan mereka tetap pada tempatnya
Biarkan mereka tetap pada tempatnya
Saya pernah naik gunung dengan seorang rekan yang kelihatannya sudah ‘senior’ dalam hal mendaki. Namun, ditengah perjalanan istirahat, saat ia memakan sebuah makanan ringan, dengan ringannya pula ia membuang sampah itu sembarangan.
Itulah potret kebanyakan pendaki yang tidak paham akan konservasi. Apa sulitnya sih membawa sampah di dalam tas?
Di lain waktu, saat saya sedang ingin mengambil air di sebuah mata air, terlihat seorang pendaki yang sedang menikmati ritual B*B di mata air itu! Apa dia tidak berfikir orang akan minum dari sana? Sebegitu sulitkah menggali lubang di tanah? Kucing saja masih bisa lebih pintar!
Banyak juga pendaki-pendaki yang masih saja menggunakan bahan-bahan kimia yang bisa merusak. Jangan heran kalau menemukan bungkus sabun/shampo yang tergeletak dekat di mata air.

3. Bersikap acuh tak acuh dan pasif.

Menganggap tugas konservasi itu adalah tugasnya penjaga Taman Nasional, porter, dan LSM lingkungan adalah bukan hal yang benar.
Padahal pendaki sendirilah yang punya bagian besar dalam menjaga lingkungan. Banyak oknum pendaki juga tidak mengindahkan kearifan lokal yang telah ditetapkan masyarakat setempat. Tertulis ataupun tidak tertulis.
Seringkali mitos-mitos mistis di gunung itu sebetulnya adalah usaha untuk konservasi dari masyarakat. Jangan sampai bilang begini, ” Saya bukan pecinta alam, kok. Cuma penikmat alam. Jadi bukan tugas saya dong untuk konservasi?”
Heran dengan orang yang bangga dengan menuliskan jejaknya di bebatuan ini.


Heran dengan orang yang bangga dengan menuliskan jejaknya di bebatuan ini.

4. Merusak keasrian gunung

Tidak sulit menemui corat-coret vandalisme di bebatuan, batang pohon, bahkan pos pendakian. Mengambil flora & fauna langka seperti bunga edelweiss, bertindak sembrono sehingga mengakibatkan kebakaran hutan. Puntung rokok dan bekas api unggun yang masih menyala, membuka jalur yang tidak seharusnya, membuang tissue basah kotor seenaknya dan masih banyak lagi.

5. Tidak membagikan pengetahuan tentang pendakian konservatif

Tak dipungkiri, mendaki gunung sekarang sudah terkesan menjadi sebuah ‘wisata’.
Apalagi banyak pengaruh dari acara televisi, film, blog, forum dan banyak media lainnya. Membagikan semangat mendaki gunung kepada orang-orang baru tanpa dibarengi semangat konservasi hanya akan menjadikan para pendaki tersebut menjadi generasi pendaki yang cenderung antipati terhadap lingkungan dan hanya mementingkan kesenangan semata.
Sebagian dari kita mungkin pernah melakukan hal atas, secara sengaja maupun tidak sengaja. Yang pernah, tolong jangan diulangi lagi dan mari saling mengingatkan kepada rekan pendaki yang lain. Semoga gunung-gunung Indonesia masih bisa dinikmati anak-cucu kita nantinya. Aammiinn!
Salam lestari!
Ingatlah bahwa masih ada anak cucu kita.


Ingatlah bahwa masih ada anak cucu kita.
 


sumber : http://www.wiranurmansyah.com
yang mau berkomentar silahkan mengunjungi http://www.wiranurmansyah.com langsung kepada sang pemilik artikel resminya.

5 Mistakes Mountaineer Should We Avoid

of the original title

5 Sin The Mountaineer to be avoided


This post to commemorate World Environment Day, which falls on June 5. Human extinction, nature would not be any. If nature is damaged, it is men who would be problematic. Let us love nature!
ADA is a presumption that mountain climbing is an act cool and handsome. There is a sense of pride when they set foot on the peak. However, we realize that we are confessed lovers, or lovers of nature, it could be is a destroyer of nature?

1. Conducting mass ascent (non-conservative)

Maybe we already know about a brand outdoor gear that performs mass ascent to Mount Semeru some time ago.
I had invited a friend because in its advertising this climb spiced by the words mountain clean-up, tree planting and conservation. The reality? Semeru into the trash and the greater the potential damage to ecosystems.
Before following the mass ascent, it is better to first survey. How much capacity on the mountain, how many climbers are allowed to participate by the committee, and things associated with other conservation . Be climber who is responsible, sob!

2. A large share of polluting the environment



Let them remain in place
Let them remain in place
I've climbed a mountain with a colleague who seems to have 'senior' in terms of climbing. However, in the course of the break, when he ate a snack, he blithely throw rubbish indiscriminately.
That portrait most climbers who do not understand the conservation. How difficult would love to bring garbage in the bag?
At other times, when I want to take water in a fountain, looks a climber who was enjoying the ritual B * B in the fountain! What he does not think people will drink from there? So is it hard to dig holes in the ground? Cats can still be smarter!
Many climbers are still using chemicals that can damage. Do not be surprised if you find packs of soap / shampoo which was lying near the fountain.

3. Be indifferent and passive.

Assume the task of conservation it is his duty guard National Park, porter, and environmental NGOs is not the right thing.
Though climber himself who had a big part in protecting the environment. Many unscrupulous climbers also ignores local knowledge predefined local community. Written or unwritten.
Often myths mystical mountain is actually for conservation efforts of the community. Do not let the saying, "I am not a lover of nature, really. Only nature lovers. So it's not my job dong for conservation? "
Surprised by people who are proud to write in his footsteps in these rocks.

Surprised by people who are proud to write in his footsteps in these rocks.

4. Destructive beauty of the mountain

Not difficult to find scrawled vandalism on the rocks, tree trunks, even climbing post. Taking rare flora & fauna such as edelweiss flower, acted recklessly causing forest fires. Cigarette butts and former fire still burning, open lines should not, discard the dirty wet tissue arbitrarily and many more.

5. Do not share knowledge about the ascent of conservative

No doubt, mountain climbing now've been impressed into a 'tourist'.
Moreover, a lot of influence from television shows, movies , blogs, forums and many other media. Sharing the spirit of climbing to new people without coupled momentum conservation will only make the climbers is a generation of climbers who tend antipathy towards the environment and are only concerned with sheer pleasure.
Most of us have probably never done it on, intentionally or unintentionally. Ever, please do not repeat them again and let someone remind each other climbers. May the mountains of Indonesia can still be enjoyed our grandchildren will be. Aammiinn!
Salam sustainable!
Remember that there are still our children and grandchildren.

Remember that there are still our children and grandchildren.
 


source: http://www.wiranurmansyah.com

Jadwal OpenTrip XploreAdventure BB 7A722B86 Call. / SMS / WA / Line / WeChat 085643455685: http://www.xplorewisata.com/2015/01/5-kesalahan-pendaki-gunung-yang-harus.html#ixzz3O3C5kMNq
Follow us: @syarifain_ on Twitter | cikarsya.yogyakarta on Facebook

Related Posts

Komentar

  1. Jaga tata tertib pendakian dong, jangan cuma ngaku seorang pendaki...

    BalasHapus

Posting Komentar

Open Trip Pendakian Gunung

Open Trip Pendakian Gunung Sumbing, Sindoro, Lawu dan Prau 16-17 Agustus 2020. Informasi selengkapnya hubungi +62 85 643 455 685

Gunung Buka Pasca Covid

Covid 19 memang berbahaya namun dengan pengalaman dan mengantisipasi akan menjadikan bahaya tersebut akan berkurang dan dapat ditiadakan. Dengan semangat Anda Aman Bersama Kami, kami akan berupaya untuk menjaga Anda.

Gunung Buka Pasca Covid (Jateng)

Gunung Lawu (21-24 Juni 2020) #Gunung Prau (03 Juli 2020) #Gunung Sindoro (18-24 Juli 2020) #Gunung Sumbing (01 Agustus 2020)

Jabar - Jatim - Sumatra - Lombok - DLL

Gunung Lainnya kunjungi https://www.xplorewisata.com/p/jalur-buka-tutup-pendakian-gunung.html

Cara Menulis Pesan // Komentar

Anda dapat mengomentari artikel ini menggunakan akun google anda. Silahkan untuk masuk ke email anda / akun google kemudian berkomentar secara bijak.

Xplore Wisata // Operator Porter dan Guide Indonesia


  1. Xplore Wisata adalah salah satu pilihan terbaik untuk pendakian gunung terbaik dengan guide dan porter yang berpengalaman di semua gunung Indonesia.
  2. Inovasi selalu kami lakukan sehingga Anda akan mendapatkan kesan terbaik ketika mendaki bersama kami.
  3. Kami akan memastikan bahwa perjalanan anda akan berkesan serta memuaskan dan rindu untuk bertemu dengan tim kami kembali.

Subscribe Our Newsletter