Porter Cetho - Jalur Pendakian Candi Cetho Gunung Lawu [ Berbagi Pengalaman ]

 Jalur Pendakian Gunung Lawu Jalur Candi Cetho, Porter, Mountain Guide, Mistik Yang Menantang Adrenalin


Judulnya persis judul buku karangan Slamet Muljana yang membahas tentang sejarah Majapahit. Saya menyukai Sejarah tetapi lebih menyukai kamu  #halah.

Candi Cetho [ dan Candi Kethek ] sendiri merupakan peninggalan kerajaan Majapahit di akhir kejayaan dan kemegahannya. Diduga dibangun pada abad ke 15.

Jalur Candi Cetho sangat indah karena Bulak Peperangan, Gupakan Menjangan dan Sabana nya. Benar-benar sebuah kemegahan dari karya Sang Pencipta.

Pesona Bulak Peperangan dengan ketenangannya yang mendebarkan, Gupakan Menjangan yang memuaskan dahaga [ kalau pas ada airnya :D ] terkenal seantero jagad pendakian #halah .

Sebelum sampai kesitu ya harus susur hutan, full susur hutan beneran ndak ada pemandangan apa-apa hahahaha :D.

Pada awalnya saya cukup was-was karena banyak catper yang saya baca menggambarkan kalau jalur Candi Cetho ini rapat dan lebat pepohonannya, menyesatkan, jalurnya jarang dilalui karena terpanjang diantara Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang.

Beberapa hari mikir berani ndak ya soloist malam lewat sana. Akan tetapi minat saya terhadap sejarah Majapahit, Candi Cetho, Prabu Brawijaya dan Bulak Peperangan menguatkan untuk harus kesana.

Kebetulan di grup Merapi Mountain User Community Jateng – DIY teman teman sedang membahas tentang Oruxmaps. Yaitu aplikasi rekam jalur dan dan GPS yang bisa digunakan di HP android. Langsung saya meminta tolong kepada Mas Gusmana @ulaladiaspora, Huda @hudz_z dan kang Bison @kangbison  untuk mengajari saya dadakan sehari sebelum berangkat. Terima kasih banyak kepada mas-mas diatas [ sungkem :D ]

Oruxmaps sudah bisa walaupun yang saya kuasai hanya fitur melihat jalur dan posisi saya di map. Cukuplah sementara untuk keamanan mengurangi resiko tersesat. Juga menambah percaya diri.

Hari Pertama, 
Selasa 18 Oktober 2016
Rumah – Basecamp Candi Cetho
Seperti biasa setelah pulang kerja yang masuk pagi saya berangkat menuju basecamp Candi Cetho di Karanganyar sekitar jam 17.00. Tentu sudah persiapan dengan baik, ijin ibu dan berdoa. 

Perjalanan lancar cuaca cerah. Saya mengandalkan google maps untuk mencari dimana basecamp nya
Sempat beberapa kali nyasar karena map offline tidak ada sinyal [ pelajaran bahwa ternyata map di google maps bisa di donwload dulu sehingga bisa tetap dipakai walau tidak ada sinyal ] akhirnya sampai di basecamp jam 20.30.

saktyaganes
Basecamp Candi Cetho

Awalnya saya masih ragu apa batal aja ya. Karena begitu sampai di sekitaran Candi Cetho keberanian saya menguap :D. Suasananya “cukup” mencekam. Saya diberitahu sama mas penjaga basecampnya kalau barusan sekitar 1 jam yang lalu ada rombongan dari Boyolali yang naik. Informasi itu membuat keberanian saya muncul karena ada manusia lain di jalur 

Basecamp – Pos 1 Mbah Branthi 1600 mdpl
Yak Bismillah lanjut regristrasi trus jalan mulai jam 20.55. Oruxmaps di HP saya hidupkan. GPS berjalan dengan baik. Dalam kegelapan saya menyusuri jalur di sebelah kiri area Candi. Bau dupa kadang menguar menusuk hidung. Serem bener ini asli. Belum apa-apa bulu kuduk langsung merinding parah.

Menyeberangi sungai kebawah naik lagi sampailah di Candi Kethek. Tiba-tiba ada putih-putih di dekat candi bikin kaget.

deg deg deg deg ampun….
Jantung serasa hampir copot :D.

Ternyata pohon yang dibalut kain mori. Menambah suasana semakin mencekam. Baru jalan 1 km saya sudah merasa sangat sangat sangat tidak nyaman. Takut.

saktyaganes
Candi Kethek. dinamai Candi Kethek karena dulu disini banyak Kera [ Kethek ]

Mp3 yang sedari tadi saya hidupkan seolah tidak mampu melawan aura mencekam yang timbul. Dzikir juga selalu saya panjatkan. Wis lah pasrah yang penting saya tidak ada niat macam-macam.

Lanjut lagi jalan menyusuri jalur yang awalnya hutan pinus dengan bantuan Oruxmaps. Jam 21.40 akhirnya sampai di Pos 1 Mbah Branthi. 45 menit dari Basecamp.

saktyaganes
Pos 1 Mbah Branthi 1600 mdpl

Pos 1 Mbah Branthi 1600 mdpl – Pos 2 Brak Seng 2000 mdpl.
Masih tetap merasa sangat takut. Berharap segera bertemu rombongan Boyolali tapi kok ya belum kekejar hahahaha :D. Lanjut jalan lagi dengan jalur yang semakin menanjak. Cukup licin beberapa kali terpeleset karena gelap.

Masih sambil tengak-tengok ke belakang perasaan ada sesuatu gitu :D. Parah tenan ini suasana jalur. Jalan saya cepat-cepatin biar bisa lebih cepat mengejar rombongan Boyolali. Bahkan saya sempat lari-larian dan nyusruk saking takutnya hahahahaha :D. pada akhirnya pasrah saja, capek :D.

Sepertinya saya kapok lewat jalur ini malam – malam sendirian. Pengen tahu seperti apa rasanya? silahkan dicoba.
Pos 2 Brak Seng 2000 mdpl – Pos 3 Cemoro Dowo 2250 mdpl.
Sampai di pos 2 Brak Seng jam 22.35, 55 menit dari pos 1 Mbah Branthi. Hampir 1 jam padahal saya jalannya kenceng banget karena takut :D. jadi memang cukup jauh jaraknya.


 
saktyaganes
Pos 2 Brak Seng. Pohon mencekam
Begitu sampai di Pos 2 perasaan semakin tidak enak. Merasa tidak nyaman waktu melihat pohon besar di samping Pos 2. Seolah-olah ada sesuatu gitu.

Langsung ngibrit kabur sekencang-kencangnya jalan meninggalkan pos 2 hahahaha


saktyaganes
Hutan lebat di jalur. beberapa spot tampak pohon diberi kain mori putih

Yes Alhamdulillah akhirnya saya mampu mengejar rombongan Boyolali. Saya merasa sangat bersyukur karena bertemu mereka. Ketakutan langsung sirna. Terima kasih banyak karena telah berjodoh

 
saktyaganes
Jalur Tanah Lempung / Liat

Lanjut jalan menanjaki jalur menuju pos 3. Licin bertanah lempung. Cukup curam juga sehingga menjadi licin. Yang jelas saya seneng sudah sama orang di jalur hahaha

Kami bahkan sempat beristirahat di jalur tiduran karena saking capek dan ngantuknya. Termasuk saya yang memforsir fisik dan mental karena mengejar mereka.

Dibeberapa spot jalur tidak sesuai dengan Oruxmaps karena diperbaiki dan dilewatkan di jalan yang lebih mudah.

Hari Kedua, 
Rabu, 19 Oktober 2016
Pos 3 Cemoro Dowo 2250 mdpl – Pos 4 Penggik 2819 mdpl
Sampai pos 3 Cemoro Dowo jam 00.10, 1 jam 35 menit dari pos 2 termasuk istirahat tiduran.
Di pos 3 ini katanya ada tempat air tapi kami tidak menemukannya.

 
saktyaganes
Pos 3 Cemoro Dowo
Disini terdapat rombongan pendaki lain yang membangun tenda. Kami menyapa mereka dan istirahat sebentar. Rombongan Boyolali berencana berkemah di Pos 4. Setelah dirasa cukup lanjut jalan lagi.

Jalur diatas Pos 3 sepertinya merupakan jalur terberat. Semakin curam dan tetap licin. Masih menyusuri hutan tapi kali ini bercampur dengan pohon cemara dan manding.

Lanjut jalan ngesot, saya sudah lemes, begitu juga dengan rombongan Boyolali. Kecepatan semakin menurun. Jalan seolah tak berujung. Kami beberapa kali tertidur di jalur lagi

Akhirnya sampai di Pos 4 jam 02.20. 2 jam 10 menit dari pos 3. Rombongan Boyolali memutuskan untuk berkemah di pos 4 ini.

Sedangkan saya sangat ingin berkemah di Bulak Peperangan. Saya berpamitan kepada mereka untuk melanjutkan perjalanan.

saktyaganes
Pos 4 Penggik

Pos 4 Penggik 2819 mdpl – Pos 5 Bulak Peperangan 2859 mdpl
Bismillah jalan sendirian lagi :D. walau masih tidak nyaman tetapi perasaan sudah mendingan daripada tadi. Jalur menjadi lebih landai. Tapi ya tetap nanjak terutama menjelang sampai ke Bulak Peperangan.

 
saktyaganes
Landmark Pintu Masuk Area Bulak Peperangan

Sampai di Bulak Peperangan jam 03.40. kira-kira 45 menit dari pos 4 Penggik. Saya bergegas mendirikan tenda. Udara menjadi semakin dingin.
Tenda berdiri saya makan, lanjut tidur.

saktyaganes
Pos 5 Bulak Peperangan

Pos 5 Bulak Peperangan 2859 mdpl – Gupakan Menjangan.
Konon di Bulak Peperangan ini tempat terjadinya pertempuran antara Prabu Brawijaya V Raja terakhir Majapahit dengan Adipati Cepu utusan Raden Patah anak sang Prabu. Karena menghindari pertumpahan darah sang Prabu pun memilih menghindar hingga moksa di Puncak Lawu.

Konon juga kalau malam disini bagi yang “beruntung” bisa mendenganr suara peperangan. Bahkan menurut beberapa kesaksian ada yang melihat rombongan prajurit. Kalau saya semalam sih ndak dengar atau melihat apa-apa, langsung tepar

 
saktyaganes
Bulak Peperangan, epic 

Hargo Dalem menghadap ke arah Candi Cetho. Penduduk setempat beranggapan bahwa pintu masuk Gunung Lawu adalah lewat Candi Cetho.

Bangun tidur sekitar jam 06.10. Kaget tiba-tiba ada yang menyapa, ternyata 2 bapak-bapak peziarah muncul. Mereka dalam perjalanan turun.

Saya lanjut mengeksplor Bulak Peperangan. Terhanyut dalam suasana damai yang unik. Belum ketemu lagi dengan orang hingga saya selesai masak-masak.

Saya lanjut berjalan menuju Gupakan Menjangan jam 09.20. jalur sudah landai hanya nanjak-nanjak dikit lah.

Sampai di hutan pinusan/Cemara Gupakan Menjangan jam 09.40. 20 menit dari Bulak Peperangan.

 
saktyaganes
Pinusan Gupakan Menjangan

Disitu merupakan tempat camp jika ingin berlindung dari angin. Bisa juga camp di tepi Telaga di Sabana.
Bertemu dengan rombongan peziarah seperguruan sepertinya. Mereka turun melalui jalur Jogorogo.
Luar biasa epic tempat ini. Sabana luas dan puncak Hargo Puruso di kejauhan. Saya membayangkan bahwa saya sedang menuju Rivendell rumah para peri hahahaha.

Telaga sedang kering hanya ada ceruk yang berisi air. Masih bisa dimanfaatkan dan cukup jernih.



saktyaganes
Gupakan Menjangan. dinamai Gupakan Menjangan karena dulu disini sering terlihat Menjangan [ Rusa / Kijang ] yang minum di telaga.



saktyaganes
Menuju Rivendell rumah para peri #halah


saktyaganes
 
saktyaganes
air di Gupakan Menjangan

Gupakan Menjangan – Pasar Dieng
Setelah puas berfoto saya melanjutkan jalan menuju Pasar Dieng. Menyusuri sabana dan menanjaki satu bukit pinus. Kemudian menyusuri lereng berpohon cantigi. Jam 10.20 sampai di Pasar Dieng. 20 menit dari Gupakan Menjangan.


 
saktyaganes
Bukit Pinusan/Cemara

Saya hanya ingin sampai sini saja karena saya sudah tau jalur dari pasar Dieng ke puncak. Kebutuhan saya kali ini hanya mencari jalur Candi Cetho hingga titik yang saya tahu.




saktyaganes
Pasar Dieng

Perjalanan Turun
Lanjut berjalan turun sampai di Bulak Peperangan jam 11.10. kira-kira 30 menit dari Pasar Dieng. Lanjut memasak dan istirahat.
Beberapa saat kemudian rombongan Boyolali sampai. Mereka mau mengambil air di Gupakan Menjangan. Saya beritahu gimana keadaan airnya. Mereka saya beri 1 liter air mineral saya yang masih sisa. Sampai jumpa lagi yak J

Setelah beres-beres saya lanjut turun jam 12.20. Jalan santai sambil menikmati pemandangan hutan hahaha. Saya mencoba mencari spot Cemoro Kembar yang berada diantara pos 4 dan 5 tapi tidak ketemu.Sampai di pos 4 jam 12.50. 30 menit dari pos 5 Bulak Peperangan.

Lanjut jalan bertemu dengan rombongan pendaki dari Jakarta yang camp di pos 3 kemarin. Mereka baru jalan sekarang karena ada rekannya yang kurang sehat.

Sampai di pos 3 Cemoro Dowo jam 13.25. 35 menit dari pos 4 Penggik. Istirahat sebentar lanjut jalan lagi. Licin memang jalur pos 2 ke 3 sehingga perlu hati-hati waktu turun agar tidak terjungkal

Sampai Pos 2 Brak Seng jam 14.05. 35 menit dari pos 3 Cemoro Dowo.

Saya beristirahat cukup lama disini. Sudah tidak seseram semalam. Saya amati pohon besar disamping pos 2 ini. merinding juga hahahaha.

Area hutan terlebat memang berada diantara pos 1 hingga 3.
Lanjut jalan lagi setelah cukup beristirahat. Di tengah jalan karena sudah capek dan kurang konsentrasi saya terjatuh karena tersandung akar pohon mak kedubrag hahaha
Dan kaget karena tiba-tiba ada suara “hati-hati mas istirahat dulu”

Asem kaget beneran. Ternyata ada 2 orang lelaki dan perempuan yang sedang beristirahat dibalik pohon dan semak sehingga tidak kelihatan.

Saya datangi ternyata mereka peziarah. Yang lelaki berkepala gundul, memakai kalung kalung besar. Cincin ber-batu akik besar besar juga tersemat di jari.

Yang perempuan memakai kebaya dan jarik tanpa alas kaki. Matanya di beri eye shadow atau cat hitam melingkari mata seperti personil band gothic :D.

Kami mengobrol sebentar kemudian saya pamit dan lanjut turun. Meninggalkan mereka dengan segala keanehannya. Mau saya foto tapi takut menyinggung atau kurang berkenan.

Sampai Pos 1 Mbah Branthi jam 14.55. 50 menit dari pos 2 Brak Seng termasuk istirahat dan ngobrol dengan peziarah.

Lanjut jalan lagi yang sudah cukup landai sampai Candi Kethek jam 15.20.

Alhamdulillah sampai basecamp jam 15.30.
Sangat berkesan perjalanan kali ini. Sangat berharap bisa kesini lagi tapi entah kuat atau tidak jika jalan malam soloist. Sepertinya tidak deh. Gak kuat serem nya

Salah satu faktor yang membuat perjalanan ini lancar karena adanya Oruxmaps.

CATATAN
  • semua foto diambil di hari ke 2 Rabu 19 Oktober
  • di pos 3 terdapat air tapi untuk jelas lokasinya lebih baik tanya penjaga basecamp dengan detail
  • jangan berharap ada air di Gupakan Menjangan
  • jalur Candi Cetho sekarang sudah jelas dan cukup aman karena sudah diperbaiki dan dibangun shelter-shelter yang baru.

Sumber,

Us Contact Admin Operator dan Provider Pendakian - XploreWisata - XploreGunung
WisataGunung - Journey Indonesia - Altitude Indonesia 
Dengan menghubungi admin operator dan provider XploreWisata anda akan mendapatkan penawaran terbaik dari kami 
  ===============
+ 62 85 643 455 685 [ WA Rekomended ]
 ===============
Us Contact Admin Operators and Climbing Providers - Xplore Tours - Xplore MountainsWisataGunung - Journey Indonesia - Altitude Indonesia
By contacting the operator admin and Xplore provider, you will get the best offer from us
#porter #guide #pemandu #transport lokal #rinjani 3.726 mdpl #semeru 3.676 mdpl #slamet 3.428 mdpl #lawu 3.265 mdpl #merbabu 3.145 mdpl #sindoro 3.150 mdpl #gunungprau 2.565 mdpl #gunungsikunir #porterrinjani #portersemeru #porterargopuro #portermerbabu #porterlawu #porterslamet #portersumbing #portersindoro #kaosadventure #kaosbacpacker #backpackerindonesia #opentripsemeru #opentripmerbabu #opentripkarimunjawa #opentriprinjani #cikuray #gede #parango #gunungsalak #bromo #karimunjawa #guapindul #raftingsungaielo #raftingelo #raftingprogo #tangkubanperahu #derawan #belitung #pahawang #cartensz piramid, #trekkingcartensz #cartenz murah #sevensummit
Share on Google Plus

Profil Syarifain Ghafur | XploreWisata.Com | XploreNesia | Porter Gunung | Mountain Guide

XploreWisata merupakan salah satu biro perjalanan wisata yang melayani paket domestik dan mancanegara. Dengan tenaga muda dan ahli di bidang pariwisata, akan menjadikan wisata anda lebih berkesan dan menyenangkan. Layanan konsultasi langsung saja WhatApp di nomor 085 643 455 685 [klik send]
Ayo follow Instagram @xplore.wisata dan @syarifain #|# Ayo follow Facebook @xplore.wisata dan @syarifain

0 komentar:

Posting Komentar