🔍 Tanya Paket
PORTER PORTER GUNUNG INDONESIA • SR12 DISTRIBUTOR

Salam Sapaan
Perjalanan Berkesan dari rumah

XploreWisata adalah teman perjalanan terpercaya Anda untuk menjelajahi keindahan alam Indonesia. Kami menyediakan layanan Open Trip, Private Trip, dan Porter Gunung profesional yang aman, nyaman, dan berkesan.

ABC
4.9/5 dari 800+ pendaki • Terpercaya sejak 2019
Dipercaya:
SR12 • Porter Gunung Indonesia • Sembalun Basecamp
3D2N • Best Seller
Rinjani 3D2N
Via Sembalun
Rp 1,85jt
PORTER GUNUNG
Professional Porter & Guide Rinjani

Pilihan terbaik minggu ini #0

Lembah Kematian Gunung Everest

Lembah Kematian Gunung Everest

Lembah Kematian Gunung Everest

SEBELASnews- Gunung Everest merupakan gunung impian para pendaki gunung untuk dapat menggapai puncak. Namun, tak semua pendaki di dunia ini memiliki kesempatan untuk dapat menginjakkan kaki di puncak tertinggi di dunia itu.

Dalam setiap tahun, berbagai agen penyedia jasa perjalanan wisata dan pendakian selalu kebanjiran peminat untuk menyambangi Everest.

Everest memang menarik, pemandangan di gunung yang memiliki ketinggian 8.848 meter dari permukaan laut (mdpl) cukup memukau.

Di Everest, sejauh mata memandang, yang tampak hanya hamparan es yang menutupi hampir seluruh bagian gunung yang terletak di perbatasan antara Nepal dengan Tibet itu.

Namun, di balik eksotisme Everest. Ada satu kawasan di Everest yang menyimpan pemandangan yang mengharukan. Bahkan bisa dikatakan cukup menyeramkan. Tempat itu bernama, Rainbow Valley.

Rainbow Valley adalah sebuah lembah yang menjadi jalur bagi para wisatawan dan pendaki sebelum sampai di puncak Everest.

Pemandangan di lembah ini cukup membuat bulu kuduk berdiri, bayangkan saja, di lembah ini, terdapat banyak sekali jenazah-jenazah para pendaki yang tergeletak tak beraturan.

Rainbow Valley bagaikan tempat peristirahatan terakhir bagi para pendaki yang meninggal dunia saat melakukan perjalanan ke puncak Everest.

Jenazah-jenazah yang ada di Rainbow Valley terlihat masih dalam kondisi utuh. Sebagian besar jenazah tergeletak dengan masih mengenakan peralatan pendakian.

Jenazah para pendaki itu, terpaksa dibiarkan berada di Rainbow Valley karena sulitnya melakukan evakuasi. Nyaris tidak ada satu pun peralatan transportasi untuk evakuasi yang bisa sampai ke Rainbow Valley.

Biasanya, pendaki yang meninggal dunia, hanya dititipkan sementara waktu di Raibow Valley. Sebab, banyak keluarga pendaki yang meninggal akan membawa pulang jenazah pendaki untuk disemayamkan secara layak.

Menurut data tragedi kematian pendakian Everest, sebagian besar pendaki, meninggal dunia di Everest ketika ia tengah tertidur pulas. Tapi ada juga pendakian yang meninggal karena kecelakaan.

Anda tertarik untuk berpetualang ke Everest dan menghabiskan waktu di lembah kematian, Rainbow Valley??

Penulis: BAW